Nestlé Indonesia Kurangi Plastik Virgin dan Tingkatkan Daur Ulang

Reading time: 2 menit
Nestlé Indonesia berkomitmen mengurangi plastik virgin dan meningkatkan daur ulang. Foto: Dini Jembar Wardani
Nestlé Indonesia berkomitmen mengurangi plastik virgin dan meningkatkan daur ulang. Foto: Dini Jembar Wardani

Jakarta (Greeners) – Nestlé Indonesia melaporkan komitmen keberlanjutannya melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah mengurangi pemakaian plastik virgin dan meningkatkan proporsi kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali.

Sejak 2018, perusahaan ini telah berhasil mengurangi penggunaan plastik virgin hingga 21,3 persen secara global. Upaya ini dengan cara menggunakan plastik daur ulang dalam kemasan dan mendesain kemasan yang lebih efisien dalam penggunaan material.

Sustainability Delivery Lead PT Nestlé Indonesia, Maruli Sitompul, menyampaikan bahwa di Indonesia, Nestlé telah mengganti seluruh sedotan plastik pada produk ready-to-drink dengan sedotan kertas.

“Kami juga menggunakan kemasan plastik yang memiliki kandungan daur ulang (recycled content), melakukan desain kemasan yang dapat mengurangi penggunaan plastik dan bertransisi menggunakan bahan kemasan plastik yang dapat didaur ulang (recyclable),” jelas Maruli di Jakarta, Senin (24/3).

BACA JUGA: Festival Rumekso Bumi Kembali Gunakan Energi dari Sampah

Nestlé juga mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daur ulang dan mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Salah satunya adalah mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Baraya Runtah di Karawang. Fasilitas ini merupakan salah satu bentuk dukungan Nestlé dalam upaya pengurangan sampah rumah tangga dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Fasilitas ini mengelola sekitar 4,8 ton sampah per hari dari sekitar 4.000 rumah tangga. Dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan, perusahaan ini juga banyak melibatkan para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

Turunkan Emisi Karbon 20,38 Persen

Pada Februari 2025, Nestlé melaporkan pencapaian inisiatif keberlanjutannya sepanjang 2024. Laporan ini menyoroti berbagai upaya Nestlé dalam mengurangi dampak lingkungan, termasuk pengurangan emisi karbon.

Secara global, Nestlé telah berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 20,38 persen daripada 2018, dengan target selanjutnya mencapai 50 persen pada 2030 dan net zero pada 2050.

BACA JUGA: Re.juve Berkomitmen Kurangi Sampah Plastik

Untuk mencapai target tersebut, Nestlé mengadopsi energi terbarukan dalam operasionalnya. Saat ini, 95,3 persen listrik di fasilitas manufakturnya secara global telah bersumber dari energi terbarukan.

“Di Nestlé, kami percaya pada kolaborasi dalam menciptakan manfaat jangka panjang. Tidak hanya untuk bisnis kami, tetapi juga untuk lingkungan dan masyarakat di sekitar area operasional kami. Keyakinan kami pada doing well by doing good merupakan inti dari semua yang kami lakukan, dan itulah salah satu alasan kami menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pondasi kami,” ujar Samer Chedid, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top